Ma’shum Syah, S.Psi’s Blog

Radikal, Progresif, Revolusioner

VARIABEL YANG MEMPENGARUHI HASIL BELAJAR MENURUT WELBERG

TUGAS TERSTRUKTUR
MAKALAH KELOMPOK II
MATA KULIAH
DESAIN DAN STRATEGI PEMBELAJARAN

VARIABEL YANG BERPENGARUH
TERHADAP HASIL BELAJAR MENURUT WELBERG

Dosen Pembimbing:
Dra. Yulita Pujiharti, M.Kes

Oleh:
KELOMPOK III

14 Ma’shum Syah
16 Ajizah Umami
17 Rahmat Marzuki
18 Hermelinda Mol
19 Sari Ratna Hidayati

KELAS A
PROGRAM AKTA IV
INSTITUT KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN BUDI UTOMO
(IKIP BUDI UTOMO)
MALANG
2008

VARIABEL YANG BERPENGARUH
TERHADAP HASIL BELAJAR MENURUT WELBERG

DAFTAR ISI

BAB I. PENDAHULUAN
1. Apa saja variabel yang mempengaruhi hasil belajar menurut Welberg?
2. Bagaimana penjelasan masing-masing variabel yang mempengaruhi hasil belajar menurut Welberg?
BAB II. PEMBAHASAN
A. Variabel Yang Mempengaruhi Hasil Belajar Menurut Welberg
B. Penjelasan Masing-masing Variabel Yang Mempengaruhi Hasil belajar Menurut Welberg
1. Kecakapan
2. Tahap Perkembangan
3. Motivasi
4. Kualitas Pembelajaran
5. Kuantitas Pembelajaran
6. Lingkungan Keluarga
7. Kelompok Sosial Kelas
8. Kelompok Sebaya
9. Penggunaan Waktu di Luar Kelas
BAB III. PENUTUP
Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA

VARIABEL YANG BERPENGARUH
TERHADAP HASIL BELAJAR MENURUT WELBERG

BAB I
PENDAHULUAN

Globalisasi yang kian berkembang memiliki tantangan tersendiri bagi Geo Education kita. Dunia pendidikan harus mampu menjawab tantangan jaman, terutama perkembangan Ilmu Pengetahuan, Informasi dan Teknologi yang menjadi pilar peradaban suatu negara.
Bahkan sebagai seorang pendidik justru makin berat tugasnya dalam kondisi yang serba tidak menentu saat ini. Menyiapkan Kader Penerus Estafet Perjuangan Bangsa yang sehat jasmani dan rohani, serta berhasil dalam belajarnya.
Indikator utama keberhasilan seorang pendidik dengan kasuistik Sistem Pendidikan Nasional negara kita, ialah ketika murid sang pendidik lulus dalam Ujian Nasional yang sudah distandarkan melalui PP No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
Mengingat hal itu, maka kami mengangkat tema yang mungkin bisa membantu Pendidik dan para praktisi pendidikan guna mensukseskan anak didiknya dalam belajar. Kami kemukakan meski dengan berbagai keterbatasan, yakni ”Variabel Yang Berpengaruh Terhadap hasil Belajar Menurut Welberg”.
Berbagai permasalahan yang kami ajukan:
1. Apa saja Variabel yang mempengaruhi hasil belajar menurut Welberg?
2. Bagaimana penjelasan masing-masing variabel yang mempengaruhi hasil belajar menurut Welberg?
Kedua permasalah tersebut akan kami bahas berdasarkan Library Research (Kajian Kepustakaan) pada bab berikutnya, dan nantinya kami sarikan dalam konklusi makalah di akhir bab.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Variabel Yang Mempengaruhi Hasil Belajar Menurut Welberg
Kami cukup sadar diri bahwa diskursus yang kami ajukan ini minim dalam segi bahan. Namun demikian kami tetap akan mencoba mengeksplanasikan tentang Variabel-variabel yang mempengaruhi Hasil Belajar menurut Welberg.
Teori Walberg’s tentang Produktivitas Bidang Pendidikan (Walberg, 1981, 1984) berpegang pada sembilan faktor yang sangat berperan dalam menemukan perbedaaan hasil belajar siswa secara kognitif maupun afektif, yakni: kemampuan siswa, motivasi dan usia, mutu pengajaran, suasana (iklim) rumah secara psikologis, lingkungan psikososial pembelajaran di kelas (learning environment), teman sebaya di luar kelas, dan mass media (terutama televisi).
Pengujian model menggunakan data yang dikumpulkan sebagai bagian dari suatu studi menunjukkan bahwa sikap dan prestasi siswa dipengaruhi secara bersama-sama oleh sejumlah faktor dan bukan hanya oleh satu faktor yang dominan saja (Walberg 1986; Walberg et al., 1986).
Kesembilan Variabel yang mempengaruhi hasil belajar tersebut ialah:
1. Kecakapan
2. Tahap Perkembangan
3. Motivasi
4. Kualitas Pembelajaran
5. Kuantitas Pembelajaran
6. Lingkungan Keluarga
7. Kelompok Sosial Kelas
8. Kelompok Sebaya, dan
9. Penggunaan Waktu di Luar Kelas
Sembilan variabel ini akan dijelaskan masing-masing dalam sub bab berikutnya, sebagaimana ternarasikan di bawah ini.

B. Penjelasan Masing-masing Variabel Yang Mempengaruhi Hasil belajar Menurut Welberg
Variabel-variabel yang berpengaruh terhadap hasil belajar menurut Walberg (1984):

1. Kecakapan
Kecakapan ialah Kemampuan berpikir yang tinggi bagi para siswa, hal ini ditandai dengan berpikir kritis, logis, sistematis, dan objektif (Scholastic Aptitude Test).
Sementara itu, di antara sekian banyak karakteristik yang dimiliki peserta didik, yang penting dan perlu diketahui guru adalah berkenaan dengan kecakapan dan kepribadian peserta didiknya. Dari segi kecepatan belajar, ada peserta didik yang menunjukkan cepat dalam menangkap pelajaran, namun sebaliknya ada juga yang sangat lambat. Dari segi kepribadian, guru akan berhadapan dengan ciri-ciri kepribadian para peserta didiknya yang khas atau unik.
Kecakapan individu dapat dibagi menjadi dua:
§ Kecakapan nyata (actual ability) yaitu kecakapan yang diperoleh melalui belajar (achivement atau prestasi), yang dapat segera didemonstrasikan dan diuji langsung. Misalkan, setelah selesai mengikuti proses perkuliahan (kegiatan tatap muka di kelas), pada akhir perkuliahan mahasiswa diuji oleh dosen tentang materi yang disampaikannya (tes formatif). Ketika mahasiswa mampu menjawab dengan baik tentang pertanyaan dosen, maka kemampuan tersebut merupakan atau kecakapan nyata (achievement).
§ Kecakapan potensial (potencial ability) merupakan aspek kecakapan yang masih terkandung dalam diri individu dan diperoleh dari faktor keturunan (herediter). Kecakapan potensial dapat dibagi ke dalam dua bagian yaitu: Kecakapan Dasar Umum (inteligence atau kecerdasan) dan Kecakapan Dasar Khusus (bakat atau aptitudes/talent).

2. Tahap Perkembangan
Dalam tahap ini, pembelajaran tersebut direncanakan, terorganisir, bahan pelajaran tersusun sistematis, dibimbing guru atau tenaga yang terlatih. Belajar menjadi sangat efektif dan didukung oleh minat yang kuat dari siswa.
Pada prinsipnya siswa yang sedang belajar di kelas berada dalam proses perkembangan dan akan terus berkembang yang berarti perubahan. Kemampuan anak pada jenjang usia dan tingkat kelas berbeda-beda sesuai dengan perkembangannya.
Anak pada jenjang usia atau kelas yang lebih tinggi, memiliki kemampuan lebih tinggi dari yang dibawahnya. Pada waktu memilih bahan dan metode mengajar, guru hendaknya memperhatikan dan menyesuaikan dengan kemampuan anak. Karena perubahan ada yang cepat dan ada yang lambat.
3. Motivasi
Salah satu faktor dari dalam diri siswa yang menentukan berhasil tidaknya siswa dalam proses belajar mengajar adalah motivasi belajar. Dalam kegiatan belajar, motivasi merupakan keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar.
Motivasi memiliki dua pengertian menurut Muhammad Asrori dalam bukunya Psikologi Pembelajaran, yakni:
1. Dorongan yang timbul pada diri seseorang, secara disadari atau tidak disadari, untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu
2. Usaha-usaha yang dapat menyebabkan seseorang atau kelompok orang tertentu bergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang ingin dicapai (Muhammad Asrori, 2008:183)
Motivasi menimbulkan minat yang tinggi terhadap mata pelajaran (interest inventory). Syaiful Bahri Dg. (2002: 38) memberi cara dalam usaha membangkitkan gairah belajar siswa, yakni terdapat 6 hal:
1) Membangkitkan dorongan kepada anak didik untuk belajar.
2) Menjelaskan secara kongkrit kepada anak didik apa yang dapat dilakukan pada akhir pengajaran.
3) Memberi gambaran terhadap prestasi yang dicapai anak didik sehingga dapat merangsang untuk mendapat prestasi yang lebih baik.
4) Membentuk kebiasaan belajar yang baik,
5) Membantu kesulitan belajar secara individu/kelompok.
6) Menggunakan metode yang bervariasi.
Motivasi mempunyai peranan penting dalam proses belajar mengajar baik bagi guru maupun siswa.
§ Bagi guru mengetahui motivasi belajar dari siswa sangat diperlukan guna memelihara dan meningkatkan semangat belajar siswa.
§ Bagi siswa motivasi belajar dapat menumbuhkan semangat belajar sehingga siswa terdorong untuk melakukan perbuatan belajar. Siswa melakukan aktivitas belajar dengan senang karena didorong motivasi.
Motivasi belajar dapat dilakukan dengan mengatur situasi atau atmosfir pembelajaran yang kondusif. Motivasi perlu diusahakan dalam kegiatan belajar, maka setiap pendidikan diharapkan berusaha untuk membangkitkan motif-motif dalam kegiatannya.
Jenis-jenis motivasi
§ Motivasi Intrinsik
Motivasi intrinsik adalah dorongan siswa agar mencapai tujuan yang terkandung dalam perbuatan itu sendiri, motivasi ini berkenaan dengan kebutuhan siswa sendiri. Kesadaran siswa agar belajar sungguh-sungguh untuk meraih kehidupan yang lebih baik dimasa mendatang adalah contoh motivasi intrinsik.
§ Motivasi Ekstrinsik
Motivasi ekstrinsik adalah dorongan yang timbul untuk mencapai tujuan yang datang dari luar dirinya.
Walberg, dkk (1983) menyimpulkan bahwa motivasi mempunyai kontribusi antara 11 sampai 20 persen terhadap prestasi belajar. Salah satu faktor yang mendukung suasana pembelajaran yang menyenangkan menurut Welberg dan Greenberg dalam buku Quantum Teaching adalah Berfikir Positif (Niat Baik).
Banyak kajian tentang sekolah berkesan menunjukkan bahawa faktor tingkah laku guru merupakan salah satu faktor penentu sekolah berkesan. Dalam tahun 1980an beberapa sintesis kajian yang berpengaruh telah dijalankan oleh Welberg (1984) dan Fraser et. al., (1987). Hasil kajian tersebut mendapati situasi mengajar yang mempunyai kesan yang tinggi yang diperolehi oleh Welberg (1984) dan Froser et. al., (1987) ialah
a) pengukuhan (pujian dan dendaan)
b) program khas kepada pelajar-pelajar tertentu
c) memberi maklum balas
d) pembelajaran mastery
e)belajar bersama dalam kumpulan yang kecil (Pejabat Pelajaran Daerah Kuala Muda/yan Malaysia dalam http://www.ppdkmy.net)
Dari kutipan di atas jelaslah kiranya Guru/Pendidik memiliki peranan penting dalam menentukan situasi pengajaran di kelas yang bakal menentukan berhasil tidaknya peserta didik yang diasuhnya.

4. Kualitas Pembelajaran
Proses belajar yang disertai dengan pemahaman yang jelas tentang tujuan yang mudah dicapai akan menjadi efektif . Mutu pelajaran yang baik, dengan berbagai faktor yang berperan seperti sekolah, guru, serta sarana dan prasarana yang menunjang pembelajaran.
Peningkatan mutu pendidikan akan tercapai apabila proses belajar mengajar yang diselenggarakan di kelas benar-benar efektif dan berguna untuk mencapai kemampuan pengetahuan, sikap dan ketrampilan yang diharapkan. Karena pada dasarnya proses belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan, di antaranya guru merupakan salah satu faktor yang penting dalam menentukan berhasilnya proses belajar mengajar di dalam kelas. Belajar yang efektif akan tercapai, jika ada keselarasan antara proses pengajaran yang dilakukan oleh guru, hasil belajar siswa dan penilaian terhadap proses pengajaran yang dilakukan oleh siswa

5. Kuantitas Pembelajaran
Pembelajaran harus dilakukan berkesinambungan dan merupakan bagian terpadu di setiap bagian pengajaran. Penggunaan waktu belajar yang kontinu dan berkesinambungan akan meningkatkan hasil belajar siswa.

6. Lingkungan Keluarga
Lingkungan keluarga yang harmonis, kondusif suasana pembelajaran akan meningkatkan hasil belajar siswa secara psikologis. Siswa merasa mempunyai andil dalam keluarga dengan menunjukkan prestasi.
Siswa-siswa hidup di kelas pada suatu sekolah relatif singkat, sebagian besar waktunya dipergunakan siswa untuk bertempat tinggal di rumah. Dari situ dapat diketahui bahwa keluarga merupakan tempat pertama anak mendapatkan pendidikan. Sejak anak itu berada dalam kandungan anak telah mendapatkan pendidikan.
Seperti telah diketahui bahwa jenis pendidikan yang diberikan keluarga adalah bermacam-macam. Pendidikan berlangsung secara informal. Dalam keluarga orang tua merupakan pendidik utama dan pertama. Pada masyarakat yang sederhana pendidikan berlangsung dalam keluarga dan masyarakat. Anak meniru apa yang dikerjakan orang tua dan orang-orang dewasa dalam masyarakat. Lingkungan keluarga yang harmonis, kondusif akan meningkatkan hasil belajar siswa secara psikologis

7. Kelompok Sosial Kelas
Suasana kelas yang kondusif sangat baik untuk perkembangan berpikir siswa. Siswa senang tinggal di sana selama kegiatan-kegiatan berlangsung.
Adapun lingkungan belajar / kelas yang mendukung kreativitas menurut Kadarsih dalam Cope (No. 02, tahun VI, Desember, 2002:17–18), adalah sebagai berikut :
1) Memperkenalkan persamaan dan saling menghargai.
2) Membuka kesempatan bagi anak untuk kontribusi ide-ide orisinil.
3) Menganggap perbedaan pendapat sebagai sumber belajar.
4) Mencari cara pendekatan dengan cara pemecahan masalah.
5) Mendorong anak untuk memanfaatkan fantasi dan imajinasi
6) Mengembangkan kecakapan inkuiri, kecakapan bertanya, dan mencari jawaban sesuatu.
7) Menciptakan masyarakat belajar yang mengembangkan rasa percaya dan mengurangi resiko.
Faktor lingkungan pembelajaran di sekolah dan khususnya di kelas dilaporkan mempunyai satu pengaruh penting pada hasil belajar siswa (student outcomes)
§ Suasana kelas yang kondusif sangat baik untuk perkembangan berpikir siswa. Siswa senang tinggal di sana selama kegiatan-kegiatan berlangsung, para siswa akan bekerja lebih keras, mengerti lebih banyak, serta terlibat lebih aktif di kelas ketika mereka belajar.
§ Lingkungan belajar menjadikan siswa dalam belajar terasa gembira, tidak ada tekanan, tidak ada usaha yang tidak dihargai, tercipta masyarakat belajar (learning community), dan maju bersama tiap siswa untuk mewujudkan kegiatan belajar yang berenergi.

8. Kelompok Sebaya
Bergaul dengan teman sebaya yang mempunyai pemikiran dan permasalahan sama di dalam kelas atau di luar kelas tentu akan mendukung hasil belajar siswa.
Kelompok teman sebaya sebagai lingkungan sosial bagi remaja (siswa) mempunyai peranan penting bagi perkembangan kepribadiannya, salah satunya adalah membantu remaja untuk memahami identitas diri (jati diri), selain sebagai pemenuhan salah satu tugas perkembangannya yaitu mengembangkan keterampilan komunikasi interpersonal dan bergaul dengan teman sebaya.

9. Penggunaan Waktu di Luar Kelas
Penggunaan waktu diluar kelas dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat seperti observasi, kerja kelompok, atau membaca dan mengamati hal yang berkaitan dengan kegiatan belajar melalui berbagai media.
Keberhasilan siswa dalam belajar tergantung dari bagaimana sikap siswa dalam memanfaatkan waktu luangnya untuk belajar. Namun kegiatan yang dilakukan oleh siswa di waktu luang tidak hanya untuk belajar, melainkan digunakan juga untuk kegiatan lain. Di antara kegiatan tersebut tentunya ada yang lebih dominan yang mereka lakukan, yang akhirnya dapat mempengaruhi prestasi belajarnya di sekolah.
Waktu luang yang dimiliki oleh siswa merupakan sumber daya yang terbatas. Sama halnya seperti sumber daya terbatas lainnya, maka waktu luang tersebut harus dikelola secara efektif

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Berdasarkan diskursus di atas dapat kami simpulkan, bahwa variabel yang mempengaruhi hasil belajar menurut Welber ada sembilan. Kesembilan Variabel yang mempengaruhi hasil belajar tersebut ialah:
1. Kecakapan
2. Tahap Perkembangan
3. Motivasi
4. Kualitas Pembelajaran
5. Kuantitas Pembelajaran
6. Lingkungan Keluarga
7. Kelompok Sosial Kelas
8. Kelompok Sebaya, dan
9. Penggunaan Waktu di Luar Kelas
Sembilan variabel yang mempengaruhi hasil belajar ini merupakan satu kesatuan integral dan holistik. Sehingga bukan parsial, di mana salah satu faktor mempunyai pengaruh paling dominan dalam menentukan keberhasilan belajar peserta didik. Akan tetapi secara menyeluruhlah, kesembilan variabel itu memiliki pengaruh bagi keberhasilan belajar peserta didik.
Oleh karenanya jika pendidik dan orang tua didik bisa bekerjasama secara sinergis dan berkesinambungan, maka memaksimalkan sembilan variabel tersebut di atas guna meningkatkan keberhasilan peserta didik bukanlah perkara yang mustahil.

DAFTAR PUSTAKA
Asrori, Muhammad. 2008. ”Psikologi Pembelajaran”, Bandung: CV. Wacana Prima. Cet. II, Juli 2008
Bahri Dg, Syaiful. 2002. ”_____________________________”, _________: ______
Cope, 2002. ”_____________________________”, _________: ______ No. 2, Desember Tahun VI
Fraser at.al, 1987. ”_____________________________”, _________: ______
Walberg dan Greenberg, 1983. ”Quantum Teaching”, _________: ______
Walberg, 1981. ”_____________________________”, _________: ______
Walberg, 1984. ”_____________________________”, _________: ______
Walberg, 1986. ”_____________________________”, _________: ______
Walberg, et.al, 1986. ”_____________________________”, _________: ______
http://www.ppdkmy.net (Pejabat Pelajaran Daerah Kuala Muda/Yan, Malaysia)

31 Januari 2009 - Posted by | Uncategorized

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: